1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Tanjakan?! Siapa takut?

Discussion in 'Teknik Latihan Sepeda MTB' started by Handy Chan, Apr 15, 2013.

  1. Handy Chan

    Handy Chan New Member

    Tips2 menaklukan tanjakan ala gue dari pengalaman:
    1. Posisi sadel harus sejajar dengan garis horizontal alias 0 derajat
      Kesalahan : memakai setting-an downhill dengan posisi sadel naik 5-15 derajat untuk menaklukkan tanjakan akibatnya roda depan suka terangkat.
    2. Ketinggian sadel ideal diukur dengan cara pada saat lutut Anda tertekuk di 95% lengan crank sudah harus maksimum berada di bawah alias selama mengayuh lutut Anda tidak boleh 100% lurus.
      Kesalahan: sadel yang terlalu rendah akan membuat tenaga kayuh melemah, sadel yang terlalu tinggi akan menyebabkan pinggul nyeri.
    3. Bagi yang tidak memiliki cleat di pedal tiru posisi telapak kaki Anda di pijakan pedal.
      Ini adalah posisi paling ideal untuk mengayuh.
      (ukurannya kurang lebih 25% dari ujung jari atau 75% dari tumit)
    4. Tergantung dari grade tanjakan, posisi badan juga harus disesuaikan.
      Makin curam tanjakan maka posisi dada makin dekat dengan handlebar.
    5. Orang cenderung menggenggam handlebar lebih erat saat menanjak, tidak salah tetapi terlalu erat menyebabkan pundak dan leher cepat jenuh dan nyeri.
    6. Berdiri pada saat menanjak membuat tenaga kayuhan membesar namun cepat habis, lakukan hal ini hanya untuk 10% tanjakan terakhir, kecuali Anda sudah terbiasa dan punya stamina lebih.
    7. Memindahkan gigi di awal tanjakan selain menyebabkan rantai cepat patah juga membuat Anda kehilangan momentum ritme gerak kayuh.
      Pindahkan gigi sesaat sebelum memasuki awal tanjakan.
    8. Cek kekuatan kaki Anda lebih condong yang kiri atau yang kanan, kaki Anda yang lebih kuat harus lebih menghentak saat mengayuh lengan crank ke bawah.
    9. Mengeluarkan udara dari tubuh harus lebih lama daripada saat menghisap sehingga ada cukup waktu bagi sel di paru-paru untuk menyerap oksigen.
      Orang yang terengah-engah adalah contoh mengeluarkan udara lebih cepat daripada menghisap.

      Saya pribadi menggunakan kombinasi hidung dan mulut.
      Hidung untuk menarik nafas dan mulut untuk mengeluarkan nafas, penggunaan mulut adalah untuk mengontrol volume udara yang keluar dengan mengatur celah bibir.
    10. Cadence/RPM/ ritme kayuhan tiap orang berbeda tergantung rasio gear depan-belakang, stamina, latihan, jadi jangan terpengaruh oleh orang yang menyusul Anda.
    11. Harus tahu batasan diri sendiri.

      Saat Anda merasa sudah ingin berhenti di tanjakan paksakan sedikit lagi, karena pikiran Anda belum tentu sejalan dengan kekuatan tubuh Anda, dengan begitu otot Anda akan terlatih sedikit lebih baik.

      Saat Anda tahu ini batasan kekuatan tubuh Anda, mungkin ini saatnya untuk berhenti sejenak, gagal melakukan hal ini menyebabkan kram, kepala pening, hingga pingsan karena asupan oksigen yang terlalu sedikit.
     
    Aseprian512, Shuga, ANTASENA and 12 others like this.
  2. Handy Chan

    Handy Chan New Member

    Ini juga bawa dari rumah sebelah.
    Karena daerah kota saya tinggal berkontur naik turun maka tanjakan juga menjadi makanan sehari2 kalau gowes.
    [​IMG]
     
    andytio and bardi chan like this.
  3. farcantes

    farcantes Active Member

    Kalo angle degree sih ngeti tapi persen grade ini dimaksudkan untuk apa ya Om? Apakah hanya klasifikasi saja atau ada penggunaan khusus? Ataukah persen grade ini terminologi yang biasa/umum di pake di dunia sepeda? Maaf nih masih nubi.
     
  4. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    ijin nyimak om handy:cool:
     
  5. beingthere

    beingthere New Member

    Kalo badan semakin deket ke handlebar, mentok di perut om dadanya hehehe
    salam kenal dari nubie



    pengenpunyareign2
     
  6. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    set up stem juga berpengaruh menurut saya, karena terkait dengan riding position, makin panjang stem posisi badan semakin maju dan hal tersebut membuat weigth transfer cenderung ke depan, sehingga meminimalisir kemungkinan wheelie saat nanjak
     
  7. roedy metal

    roedy metal Active Member

    nomer 10...sering banget terpengaruh,......kalo dah terpengaruh langsung baca nomer 11,....hehehe....
    makasi om.....inti semua di atas di nomer 11.
     
    bleukatana2004 likes this.
  8. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    kalo setau saya posisi tepatnya itu joint jari2 kaki dengan telapak kaki. nah joint ini pas pedalling katanya yang bagus itu tepat di atas sumbu/axle pedal.
    cuma ada juga orang yang pas pedalling ngikutin cara pake cleat malah berasa lebih pegel, walopun memang cara begini paling cocok untuk yang suka main cadence tinggi

    kalo di road bike sih biasanya seberapa curam tanjakan memang ditunjukin dari persen gradenya.
     
    andytio likes this.
  9. elha

    elha Active Member

    ijin nambahin tg setting sepeda for nanjak dg mtb:
    1. stem yg panjang memberi peluang bagi badan untuk lebih condong ke depan. ini sekaligus menekan ban depan gak keangkat. turunnya hati-hati ya, syerem banget dg stem panjang.
    2. pasangan stem adalah stang. buat nanjak pilih yg flat & lebarnya cukup selebar bahu. bila pake rise bar & terlalu lebar dari bahu, cepet pegel euy.
    3. pasang bar-end alias tanduk buat minimalisir pegal. setel posisinya 180 derajat bahkan menukik, agar saat sepeda posisi nanjak maka tanduknya mendatar lurus. bila tanduknya dipasang mendongak, maka saat kita pegang di tanjakan justru menarik ban ke atas.
    4. pemilihan ban memang tergantung kondisi trek. namun bila memang dominan nanjak, sebaiknya jangan lebih dari 2.0 lah.

    demikian sharing kecil dari belajar nanjak yg tak kunjung lulus.
     
    andytio likes this.
  10. roedy metal

    roedy metal Active Member

    sip...langsung di coba hehehe.....
     
  11. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    setuju om
    1. flatbar sesuai lebar bahu memang nyaman untuk nanjak, namun saat ketemu trek teknikal ini bisa jadi kendala, padahal trek mtb kan jarang yang karakternya itu-itu aja, solusinya saya pake rise and wide bar namun saya pasang bar end juga sehingga posisi saat tangan pegang handlebar ga terlalu wide dan saya posisikan stem satu spacer di bawah batas atas maksimum
    2. suka nanjak ? jangan pake fork dengan travel yg tinggi, kalo perlu pake 80mm aja, hehehe, yang aman ya 100 mm untuk segala medan jangan lupa kalo bisa pake yang bisa di lock
     
    Apolonia Kharisma and andytio like this.
  12. kozac

    kozac Guest

    betul om.. terlepas dari semua teknik, part pendukung juga bisa diperhatikan.. fork yg ngga bisa di lock akan cenderung meredam tenaga pada saat nanjak, jadi kekuatan tidak bisa keluar maksimal dibanding dengan fork yang bisa lock... kalau ada fitur rebound putar juga ke posisi yg lebih rendah (kalau di rocksox gambar kura-kura)

    Faktor lain adalah mental.. sebanyak apapun jumlah gear kalau mentalnya sudah habis duluan tanjakan tidak akan selesai dilahap...
    Timing perpindahan gear dan tipikal cadence sangat berpengaruh.. saya pribadi kalau nanjak pake MTB sebih suka pusher.. ngga ngoyo yang penting selesai tanjakkannya.. he he he..
     
    andytio likes this.
  13. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    Nah menurut saya sih justru kita perlu teknik untuk overcome parts2 pendukung yang mungkin kita ngga punya. Misalnya kayak orang-orang kebetulan cuma punya sepeda model AM, travel pasti lumayan panjang dong ato yang pake sepeda fulsus tanpa fitur lockout. Pas misalnya diajakin nanjak KM 0 gitu mau ngga mau ya mesti pake parts yang seadanya.

    Mungkin set up stem dibalik, seatpost lebih tinggi sedikit dibanding pas dipake maen AM masi bisa lah diutak-atik tapi fork lebih pendek? Stem lebih panjang? Kan susah kalo mesti punya beberapa parts, terus tiap mau gowes nanjak diganti2 :confused: .

    Giliran gini nih, gimana teknik kita ngatur weight shifting, pedalling, etc. yang lebih nentuin. Belum lagi ditambah medan yang dilewatin. Kalo tanjakannya aspal sih oke lah pake lockout, nah kalo jalanan offroad yang ngga rata? Kita masih perlu suspensi untuk aktif di medan yang begitu, jadi lockout ya cuma berlaku kalo medannya smooth aja. Saya juga masih pake lockout sih kalo tanjakan aspal, cuma ngga nurunin travel walopun fork saya bisa di-set lebih rendah pake fitur U-Turn. Selama ngerti gimana balance depan belakangnya sih sejauh ini ngga sampe wheelie deh. Handlebar juga masih 730mm lebarnya walopun flat.

    Ngomong2 om kozac, pusher itu bukannya nanjak pake gir gede ya? jadi cadencenya lambat dan lebih ngoyo. Kebetulan saya pake single chainring, jadi ya ke mana2 kalo ketemu tanjakan mesti lumayan ngoyo.
     
    andytio likes this.
  14. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    mungkin yang dimaksud om dengan penjelasan seperti itu tipikal spinner kali ya ?
     
  15. kozac

    kozac Guest

    iya om.. saya cenderung suka pake gir agak berat .. lebih bisa maintenance power.. saya pernah coba ngicik (spinner) ngga pernah kuat.. nafas pasti putus

    iya om ngicik kalo banyakan temen bilang... :oops:
    kalau saya pribadi lebih suka push
     
    andytio likes this.
  16. Tossan Ajie

    Tossan Ajie Member

    hehehe

    akhirnya tau deh caranya

    dulu pernah saya nanjak onroad pake mtb
    pertama duduk, ban depan ngangkat ngangkat akhirnya berdiri deh eh malah ban belakang nyelip
    nuntun deh :giggle:
     
  17. catur

    catur New Member

    salam nubie nih, kebetulan baru 2 bulan ini b2w, jalur Blok A - Pejaten lewat antasari kemang, ketemu tanjakan yahud pas jalan potong antasari kemang.
    Awalnya selalu dituntun karena mental drop saat lihat tanjakan hehehe dan pernah ban depan naik (hampir jatuh juga hehehe).
    sepeda pakai MTB ban 26, akhirnya ganti stem yang lebih pendek dan naik 35 derajat (sebelum lurus dan panjang) dan selalu memulai perjalanan dari rumah dengan gear yang rendah terlebih dahulu lalu bertahap ke gear tinggi yang sesuai, fungsinya sebagai media pelemasan biar ngk kaget kakinya, karena baru sadar setiap riding selalu menggunakan gear yang sama kecuali pada saat mau nanjak.
    dan sekarang sudah ngk dituntun lagi walaupun masih dalam posisi berdiri gowesnya dan badan condong kedepan (secara kalo duduk pasti lambat dan langsung bikin macet karena jalan sempit hehehe)
    demikian pengalaman nubie mohon pentunjuk dari para uphiller.
    kondisi badan T: 172, B: 100kg (eh sekarang udah turun jadi 94kg hehehe) + tas backpack kurang lebih 3-5kg
     
    andytio likes this.
  18. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    wah stemnya naik 35 derajat ya om? riding positionnya jadi tegak banget dong?

    saya sih lebih prefer majuin sadel (sekalian naik dikit lagi seatpostnya) kalo untuk rute tanjakan, stem pendek bisa ngebantu tapi sebenernya jangan naik ke atas. badan condong ke depan pas nanjak itu lebih bagus karena ban depan jadi punya traksi & lebih stabil steeringnya. kalo terlalu tegak, bagian depan sepeda kurang dapet tekanan, makanya bisa ngangkat ban depannya. tapi karena keadaannya emang untuk commuting, agak capek ya kalo mesti nunduk sambil bawa tas berat o_O
     
    andytio likes this.
  19. catur

    catur New Member

    hehehe langsung coba nih dapet info ini, dicoba majuin sadel, ternyata udah mentok hehehe
    naikin seatpost, gowesnya jinjit hehehe, tp nanti saya coba pake stem yang pendek lurus.
    dan stem tinggi lumayan bantu ngk pegel om bawa backpacknya
    thanks om fanrunner atas advicenya
     
  20. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    kan naikin seatpostnya untuk akomodir kalo sadelnya dimajuin om, kalo ngga dimajuin sadelnya jangan dinaikin hehehehe... stem pendek lurusnya kalo ada aja om, jangan gara2 saya bilang gitu terus beli baru yah :giggle:

    tapi itu tadi personal preference saya.. bisa aja ada yang suka sadel mundur, tapi biar dapet posisi yang lebih tegak ya stemnya lebih pendek lagi.
     
    andytio likes this.

Share This Page