1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Sharing: Ngebangun roadbike

Discussion in 'Ngobrol Bebas' started by andredechh, Apr 18, 2020.

  1. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Bad news.

    Tiga minggu setelah order frame dan wheelset, status shipment masih "collecting". Follow up ke TNT lokal dapat jawaban harus cek ke pengirimnya karena menurut TNT paket belum di hand-over ke kurir. Kontak customer service nya freewheel awalnya dia yakin paket udah dibawa sama kurir, eh besoknya dia balik lagi dengan kabar ini:[​IMG]
    Kalo udah gini, mood ngebangun udah hilang deh. Beberapa hari mikir apa proyek ngebangun roadbike ditunda sampai Covid19 selesai atau dibatalkan sekalian..... Akhirnya diputuskan lanjut terus, tapi kali ini order frameset aja dari "toko sebelah", untuk delivery lokal UK ke freight forwarder yang bakal urusin pengiriman dari UK ke Qatar (yaa...saya tinggal di Qatar). Sejauh ini pengiriman freight forwarder masih jalan walaupun nggak secepat situasi normal, yaa kita lihat mudah2an nggak ada kendala. Kekurangan metode pembelian dari Eropa dengan pengiriman masih didalam EU yaitu kita tetap dikenakan PPN walaupun kenyataannya barang itu akan dikirim keluar EU oleh freight forwarder kita. Dalam kasus ini, saya nggak jadi savings PPN GBP80 dibanding kalau pengiriman langsung ke Qatar. Tapi ya paling nggak masih dapat diskon harga frameset nya.....

    Nunggu shipment episode2.... :D
     
    Last edited: May 17, 2020
  2. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Sementara nunggu frame dikirim (everything moves slowly these days), saya share beberapa build option dan pertimbangannya. Silakan komen dan kasih saran lain yaa....

    Grupset
    • Mekanikal grupset: Shimano 105 lebih berat sekitar 200gr dibanding Ultegra. Perbedaaan lainnya finishing Ultegra lebih bagus dan keliatan mewah. Dari segi performa, 105 sebetulnya udah lebih dari cukup untuk pesepeda amatir, kalo suka ikut race disarankan pakai Ultegra yang lebih presisi (dan lebih ringan)
    • Electronic (Shimano Ultegra Di2): katanya untuk penggemar sepeda yang serius, layak dipertimbangkan pakai electronic shifting. Untuk Shimano, electronic shifting cuma tersedia di seri Ultegra atau Dura-ace. Selain perpindahan antar gigi yang effortless, lebih cepat dan presisi, Di2 juga punya fitur canggih synchro-shift (https://di2center.com/2019/02/16/synchro-shift-how-does-it-work/) yang settingannnya bisa di customized. Yang pasti untuk menikmati kecanggihan Di2 kita harus mengeluarkan uang lebih yang selisihnya bisa mencapai 8juta-an dibanding grupset mekanikal Ultegra.
    • Selain pilihan grupset Shimano, ada juga grupset keluaran Campagnolo dan SRAM yang juga punya versi elektronik dan mekanikal. Sebetulnya tertarik juga buat nyoba Campagnolo yang katanya paling ergonomis dan shiftingnya paling baik untuk mekanikal grupset, tapi faktor harga Campy yang mahal banget dan kompatibilitas dengan merek lain jadi kendala besar buat mengadopsi Campagnolo. Biasanya untuk level grupset yang sama, harga grupset Campagnolo lebih mahal dari SRAM. Sedangkan Shimano selalu menjadi opsi yang paling affordable untuk level yang sama dibandingin SRAM dan Campy.
    Biasanya saya prefer 2nd tier grupset dengan alasan performa cuma beda sedikit dari 1st tier grupset tapi dengan harga yang cukup jauh dibawahnya. Contohnya di roadbike saya pake Ultegra (vs. Dura-ace), di MTB saya pakai XT (vs. XTR). Buat sekarang, karena beberapa faktor, saya nggak bisa terlalu fleksibel dengan bujet. Artinya pemilihan parts dalam ngebangun roadbike ini mesti direncanakan dengan baik supaya nggak over bujet tapi hasilnya tetap optimal. Contohnya, jangan sampai karena maksain pakai Ultegra, akhirnya cuma bisa beli wheelset entry level. Saya sih lebih prefer keluarin uang lebih untuk wheelset yang bagus dibanding untuk grupset. Jadi rencanannya saya bakal pakai grupset 105 dan sisa bujet bisa dialokasikan untuk beli wheelset yang cukup bagus. Keinginan untuk nyoba kecanggihan Di2 juga terpaksa dibatalkan dengan alasan yang sama. Udah coba utak-atik cari alternatif paling murah buat pakai Di2 (cari barang second, pakai crankset, sprocket dan rantai yang sekarang) tetep aja jatuhnya mahaaal. Ya sudah, toh opsi upgrade ke elektronik shifting bisa dilakukan kapan-kapan.

    Referensi grupset:


    Wheelset


    Belum ada keputusan akhir. Sesuai postingan di thread lainnya ( http://www.cycling-id.com/threads/tanya2-seputar-wheelset.244/page-61#post-116936 ) saya masih mempertimbangkan beberapa opsi wheelset.


    Lain-lain

    • Cockpit: rencananya cukup pakai alloy stem dan handlebar, seatpost carbon. Semua dari Ritchey seri WCS
    • Bar tape: Lizard Skin (Supacaz is nice tapi nggak terlalu awet)
    • Saddle: setelah terakhir nyobain Prologo Evo, buat kenyamanan maksimal saya mau balik lagi pakai Fizik Aliante
    • Pedal: tetap pedal MTB XC yang Shimano SPD kompatibel supaya cukup punya satu sepatu buat XC dan RB. Terakhir beli LOOK X-Track dan suka banget karena platform yang besar dibanding Shimano XT dan bobot yang enteng
    • Ban: Conti GP5000 TL 28mm
    • Power meter: Stage atau 4iiii crank-based

    PS: riset-riset dan cari referensi untuk ngebangun roadbike ini momentumnya cukup pas disaat work from home dan nggak banyak kegiatan lain di luar, jadi hiburan dan bikin nggak terlalu bosen diem di rumah aja. Tapi....dari segi bujet/pengeluaran yaa nggak pas, karena sekarang ini disarankan untuk lebih konservatif, malah kalo bisa nggak usah belanja-belanja. See...i'm contradicting myself here, demi hobi dan supaya tetap waras hehe
     
    Last edited: May 26, 2020 at 9:47 AM
  3. blowindian

    blowindian Active Member

    Bangun sepeda memang jatuhnya diperuntukannya.
    Saya termasuk yg value oriented dengan mempertimbangkan kemampuan gowes yg cuma gitu2 saja. Shifting yg cepat ga saya butuhkan krn ga balapan. Yang penting presisi. Shimano R7020 sdh lebih dari cukup. Saya sendiri masih pakai 5800 dgn brifter RS685 yg walau bentuknya besar, tapi modulasi rem dan shiftingnya lebih saya suka dibanding R8020.
    Namun setahun dua tahun belakangan, semenjak makin luang dan keinginan buat jalan2 muncul lagi, sepeda touring ringan dengan TT bar jadi menggoda. Dan sepertinya hanya Di2 untuk solusi double shifter. Berharap tahun ini Shimano trickled down Di2 sehingga cukup beli upgrade kit-nya.
     
    andredechh likes this.
  4. Ramen Mk-II

    Ramen Mk-II Well-Known Member

    klo grupset, saya lg penasaran sama brand china, Sensah Empire

    mungkin next time build rb, bakal beli ini
     
    andredechh likes this.
  5. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Kalo saya termasul tipe BM (Banyak Maunya)... Repotnya, udah BM tapi sering mentok sama bujet haha.
    [​IMG]

    Sent from my VTR-L29 using Tapatalk
     
  6. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Quick googling dapet link sensah empire nih lumayan juga. Apalagi harganya terjangkau banget. Saya rasa kedepan, performanya bakalan bersaing dengan shimano/sram. Om @Ramen Mk-II ditunggu review nya.
     
  7. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Pas order grupset 105, eh ada fulcrum racing zero disc lagi diskon 44%.....
    Duh.... :confused:
     
  8. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Akhirnya.... Beres juga order semua parts. :(

    Tinggal nunggu paket2nya:
    • Paket #1 Frameset order tanggal 17 mei
    • Paket #2 Groupset 26 mei
    • Paket #3 Wheelse 28 mei
    • Paket #4 Parts sisa nya 28 mei
    Sementara nunggu, ngisi waktu belajar masang handlebar tape, brifter, refresh cara install disc brake - kemungkinan besar harus potong dan sambung hose hidrolik nya ya..
     
  9. Ramen Mk-II

    Ramen Mk-II Well-Known Member

    jadinya ngambil GS apa om?
     
  10. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    105 R7020 om
     

Share This Page