1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Share cara convert MTB multi Speed ke Single Speed-Part 1

Discussion in 'Singlespeed MTB' started by Ted, May 27, 2013.

  1. Ted

    Ted New Member

    Halo om dan Tante semuanya. Mau share sedikit cara merubah / konversi MTB Multi Speed ke Single Speed, mungkin bisa juga diterapkan juga ke sepeda Road / genre lainnya

    Sebenarnya tips ini sudah diajarkan secara detil oleh salah satu legenda Sepedaku which is Om Ranggapanji, namun berhubung forum tsb sudah down dan saya masih meyimpan file tutorialnya yang dulu saya save ke pdf, saya akan menampilkan ulang apa yang sudah diajarkan agar bisa bermanfaat bagi yang lain plus saya sedikit menambahkan tips-tips yang saya coba sendiri.

    Untuk tips yang ditulis oleh Om Ranggapanji saya tampilkan dalam bentuk quote untuk membedakan dengan tulisan saya.

    Sebelumnya, saya sebutkan beberapa kelebihan Single Speed yang sudah saya rasakan, diantaranya:
    1. Terlihat lebih simple dan lebih clean
    2. Perawatan lebih mudah
    3. Memaksa betis agar tidak manja :D
    4. Kalau bisa membalap yang pakai multi speed rasanya gimana gitu :p
    5. Mungkin ada yang mau menambahkan?
    Ok, let's start. Secara garis besar, untuk konversi dari multi speed ke single speed dilakukan dalam tiga langkah, yaitu:
    1. Ganti / modifikasi Chainrings (gir depan)
    2. Ganti / modifikasi gir (cog) belakang
    3. Atur ketegangan rantai
    Part 1: Ganti / Modifikasi Chainring (gir depan)
    [​IMG]
    Saya pernah mencoba trik diatas, dan tidak mengalami masalah, namun saya tetap merasa was-was karena kalau mur dibalik, bagian baut yang mengikat sepertinya kurang banyak. Oleh karena itu, posisi mur pengunci tidak saya balik, hanya saya tambahkan ring saja agar dapat terkunci secara sempurna (kalau tidak ditambah ring / spacer, tidak akan dapat mengunci/oplak). Hanya saja untuk ring-nya perlu dimodifikasi sedikit agar tidak mentok rantai dan juga beberapa bagian chainring.

    Pilih ring yang agak tebal, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah:
    [​IMG]

    Sabagai catatan, bentuk chainring / gir untuk multi speed dengan bentuk gear yang memang dirancang untuk single speed itu berbeda. Gear multi speed profil gigi-nya tidak terlalu tinggi agar rantai bisa berpindah dari satu gear ke gear yang lain. Sebaliknya kalau gear single speed profil giginya lebih tinggi agar rantai tidak mudah "loncat" atau terlepas.

    Untuk rantai sendiri juga berbeda ukuran. Rantai single speed berbeda dengan rantai 7 speed, 8 speed, dst. Rantai single speed ukurannya lebih besar (lebar) dan lebih tebal. Saya pernah mencoba menggunakan rantai single speed pada gir multi speed, hasilnya? rantai loncat terus.

    Kalau Anda berencana menggunakan rantai single speed, maka chainring sebaiknya diganti juga dgn yang dirancang untuk single speed. Beberapa cara yang bisa ditempuh diantaranya:
    1. Ganti crank lengkap. Crank dan chainring dijual mulai dari harga dibawah 100 ribu sampai 1 juta lebih, tergantung kualitas.
    2. Ganti chainring-nya saja. Ada dua opsi: 1. beli chainring (terakhir cek harganya lumayan juga, 300 ribuan). 2. Bikin/modifikasi dari chainring bmx.
    Untuk modifikasi chainring BMX agar bisa digunakan pada crank yang sudah ada, pertama-tama cari dulu chainring BMX, cari yang bentuknya full, jangan yang ada bolong-bolong-nya. Harganya antara 15-25 ribuan, pilih yang jumlah gigi-nya sesuai dengan yang diinginkan.
    Setelah ada chainring BMX, cari toko bubut, bawa chainring bawaan crank (untuk contoh) dan juga chainring BMX. Bubut chainring BMX agar bentuknya sama seperti chainring bawaan crank. Cari toko bubut yang berkualitas (tapi murah :D) agar hasilnya bagus. Saya pernah bubut dan dipatok biaya Rp. 50 ribu. Total dengan chainring BMX jadinya: 50+20=70 rb.
     
    Benqsiemenz and andytio like this.
  2. Ted

    Ted New Member

    Part 2: Ganti/modifikasi Gir/cog/sprocket belakang
    Kalau hub-nya masih bentuk ulir, bisa langsung diganti gir (freewheel) yang single speed, harganya paling murah mulai dari 20 ribuan.
    Kalau hub belakang model cassete, untuk merubahnya jadi single speed bisa dengan cara sebagai berikut:
    2.1. Beli paket conversion
    misalnya 9 to 1-single speed converter / spacer kit. Contohnya merk Da Bomb, hargaya di kisaran 300 ribuan. Gambarnya seperti ini:
    [​IMG]
    Kelebihan kalau beli merk Da Bomb bentuknya rapi dan biasanya sudah dapat dua cog, namun kekurangnya spacer hanya ada dua, jadi tidak bisa atur posisi cog/gear agar benar2 selaras dengan chainring depan. Yang buatan lokal ada juga, harganya di kisaran 100 ribuan dan spacer-nya ada yang kecil-kecil jadi bisa diatur posisi cog agar lurus dengan chainring.
    2.2 Menggunakan Cassete yang ada
    Kalau mau lebih murah / tidak keluar biaya untuk beli cog, bisa dengan menceraiberaikan cassete yang dimiliki. Caranya dengan menggerinda tiga buah rivet pengikat cassete. Kalau di rumah tidak punya gerinda, bisa minta tolong gerinda di tukang besi / tukang las, paling diminta bayar seiklasnya. Kalau pengikat cassetenya model baut L, maka tinggal dibuka saja bautnya. Jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah:
    [​IMG]
    Rivet pengikat fungsinya hanya untuk memudahkan saat memasangnya. Seandainya rivet pengikat dilepas, dan sewaktu-waktu ingin dipasang lagi semua cog-nya (dikembalikan multi speed) jangan khawatir, karena akan tetap kuat (saya sudah buktikan sendiri) dan juga jangan takut kalau sudah tercerai berai nanti salah posisi saat ingin dikembalikan ke multi speed, karena hub belakang sudah ada alurnya, jadi tidak mungkin salah posisi.
    Buat Spacer:
    Berhubung saya tidak pernah bisa motong lurus :oops: , jadi saya mencari alternatif lainnya selain menggunakan pipa paralon. Setelah muter2 dan ubek2 cari yang kira2 bisa dijadikan spacer, akhirnya saya menemukan bearing motor sebagai spacer.

    Saya mendapatkan bearing motor bekas di bengkel motor pinggir jalan. Bayar 10 rb untuk beberapa bearing. Diambil bagian luar bearing-nya saja. Saat mencari bearing bekas, saya membawa contoh spacer untuk perbandingan diameternya. Berikut gambarnya:
    [​IMG]

    Bearing bekas tersebut dikombinasikan dengan spacer bawaan agar posisi cog lurus dengan chainring. hasilnya seperti ini:
    [​IMG]

    Gir yang paling kecil tetap saya gunakan untuk pengunci.
     
    andytio likes this.
  3. Ted

    Ted New Member

    Part 3: Atur ketegangan Rantai

    Apabila bentuk framenya model Horizontal drop out atau track, maka untuk mengatur ketegangan rantainya cukup dengan menggeser posisi roda belakang.
    [​IMG]

    Kalau bentuk drop out-nya model vertical, maka untuk mengatur ketegangan rantai bisa dengan beberapa cara sbb:
    3.1 Magic Gearing
    Magic Gearing adalah kombinasi chainring dan cog belakang dimana kalau Anda "beruntung", maka saat pada saat terpasang, kondisi ketegangan rantai sudah pas dan tidak perlu tambahan tensioner. Kekurangan Magic Gearing adalah seiiring pemakaian, kondisi dan pin-pin rantai akan mengalami aus yang menyebabkan rantai "mulur" dan menyebabkan kondisi "magic" / kondisi yang tadinya pas menjadi tidak pas lagi.
    3.2 Menggunakan Eno Eccentric Hub
    Hub ini jarang saya temui di Indonesia, tapi saya tambahkan disini untuk pengetahuan. Dengan menggunakan hub ini, Anda bisa mengatur ketegangan rantai dengan cara merubah posisi hub. Gambarnya sbb:[​IMG]
    3.3 Menggunakan rantai Half Link
    Rantai half link adalah jenis rantai dimana untuk mengatur panjang rantai nya dapat dengan hanya memotong/melepas satu mata rantai saja. (kalau rantai biasa harus melepas dua mata rantai). Gambarnya rantai half link vs rantai biasa:
    [​IMG]
    Setelah menggunakan rantai half link sekalipun, tidak akan serta merta ketegangan rantai pasti pas, tetap saja harus dicari kombinasi "magic gearing" yang pas.
    Harga rantai half-link yang biasa dijual untuk sepeda fixie, mulai dari 100 ribuan. Sebagai catatan, rantai half hanya bisa digunakan jika menggunakan chainring dan cog single speed, hal ini dikarenakan half link lebih lebar. kalau dipaksa digunakan pada cog multi speed (seperti bagian 2.2 diatas), akan sering loncat.

    Kalau seandainya ingin menggunakan rantai multi speed, masih bisa diakali dengan hanya mengambil satu buah mata half-link-nya saja sebagai penyambung rantai multi speed. Namun karena lebarnya berbeda, maka perlu dimodifikasi sedikit dengan cara menggunakan roller milik rantai multi speed. Untuk pin-nya tetap menggunakan rantai half-link. Untuk pemasangan rantai half link-nya, bagian yang kecil didepan / searah dengan jalannya rantai.
    [​IMG]


    3.4 Menggunakan tensioner
    3.4.1. Beli tensioner
    Saat ini sudah cukup banyak yang jual tensioner rantai di web jual beli sepeda di Indonesia. Harganya mulai dari 200 ribuan. Contoh gambar tensioner:
    [​IMG]
    3.4.2. Buat tensioner dari RD bekas
    [​IMG]
     
    Benqsiemenz and andytio like this.
  4. Ted

    Ted New Member

    3.4.3 Buat tensioner dari v-brake / sejenisnya
    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]

    [​IMG]
    Saya sudah mencoba tips menggunakan v-brake bekas spt diatas, namun ada sedikit perbedaan dimana saya menggunakan rem cantilever (karena punyanya yang bekas itu) dan sukses diterapkan. Hanya saja posisi-nya menarik rantai kebawah, karena ketika dicoba ditarik keatas mentok frame. hasilnya spt ini:
    [​IMG]

    Setelah beberapa saat digunakan, ada sedikit kekurangan karena rantai terkadang masih sering lepas khususnya setelah mendapat guncangan keras / habis jump. Oleh karena itu, saya mencoba menggunakan alternatif agar tensionernya berjenis rigid (tidak pakai per).
    Alat tambahan yang saya gunakan adalah:
    1. pengikat stang (stem) motor (saya punya bekas, kalau beli baru sekitar 25 ribuan)
    2. Plat bracket, bisa didapat di bengkel2 motor
    Stem saya pasang di chain stay frame (yg kebetulan ukurannya pas dengan stem), diikat menggunakan bracket. Bracket fungsinya sebagai pegangan baut gear RD. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut:
    [​IMG]
    Hasilnya setelah dikombinasikan dengan rem cantilever:
    [​IMG]
    Saya sudah coba beberapa bulan dipakai bike2work depok-tendean tidak masalah, namun pernah suatu kali entah mengapa rantai bisa lepas, baut pengikat gir RD bengkok dan cukup repot untuk memperbaikinya (karena tidak sedang bawa tool). Akhirnya bisa diperbaiki setelah diketok pakai batu bautnya :confused:. Jadi kalau ada yang mau mencoba tips tensioner "rigid" harus memahami problem2 apa yang mungkin bisa ditimbulkan.
    Kalau ada dananya dan tidak mau repot, lebih baik beli tensioner yang sudah jadi saja, lebih aman dan nyaman:D . Saya membuat seperti diatas karena memanfaatkan barang2 bekas yang tidak terpakai.
    Dan ini penampakan utuh sepedanya:
    [​IMG]
    Pakai stang BMX agar posisi riding tegak, sangat nyaman untuk digunakan touring ;)
    Kalau ada kritik, saran, masukan atau mungkin mau protes boleh di reply. Khususnya untuk istilah2 sepeda yang mungkin saya salah menyebutkannya (dari dulu tidak pernah hapal2 :confused:)
    Thanks to: Om Ranggapanji
     
    Benqsiemenz and andytio like this.
  5. DMP

    DMP New Member

    Wah serasa baca Post Om RP
    Mongkinya kok gak kliatan ya..
     
  6. Ted

    Ted New Member

    Soalnya itu bukan saya om, tapi istri saya yang lagi nyobain sepedanya :p

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     
  7. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    itu sepeda 24" atau 26 "om ?

    btw, nice share om Ted, terima kasih banyak atas ilmunya:D
     
  8. Ted

    Ted New Member

    26" om ;)

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     
  9. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    kayanya perasaan saya aja nih om ted, saya liatnya kok kecil bener ya ukurannya ?:giggle: persepsi saya kaya frame bmx dipakein ban 26
    apa gara gara stang bmx dan bannya yang ndut kali ya jadi keliatan kecil, hehehhe

    btw mantaplah idenya pake handlebar bmx buat mtb 26":D
     
  10. Ted

    Ted New Member

    yang lebih tepat, yang naik sepedanya extra size, makanya spedanya kelihatan kecil hahaha :D

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     
  11. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    waduhh, ga berani komen saya om Ted:cool:
     
  12. Ted

    Ted New Member

    Gpp om DXTR, itu foto udah lumayan lama, doi sekarang udah langsing karena sering dugem sepedaan :giggle:
     
  13. farcantes

    farcantes Active Member

    Mantap sharingnya Om! Pengen nyobain.
     
  14. Ted

    Ted New Member

    Semoga sukses om Farcantes :)

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     
  15. icall

    icall New Member

    nambahin om, mengatur ketegangan rantai di single speed juga bisa di frame yang BB nya concentric kayak santacruz chameleon

    sekalian nanya, apakah ketengangan rantai bisa di atur juga pake chain guide yang di BB?
     
    Ted likes this.
  16. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    saya pake chain roller e13 Heim2 ga harus potong rantai waktu ganti dari triple crank ke dual crank
    overall ga pernah ngalamin rantai lepas
     
  17. Ted

    Ted New Member

    Ide bagus juga mengatur ketegangan rantai pakai chain guide. Saya pribadi belum pernah coba dan belum kepikiran. Tapi seharusnya bisa ya kalau kendornya tidak parah

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     
  18. DMP

    DMP New Member

    kl chain guide mungkin harus disesuain dgn frame ya dl ya
    masak modif minimalis pk chain guide seharga crank baru
    SS identik dengan minim perawatan+murah, kecuali pk eno:oops:
     
  19. icall

    icall New Member

    nah itu kan multi speed ya om, gimana yang SS ya. lepas lepas ga tuh.

    saya juga lom coba om, tapi kepikiran aja, soalnya kalo pake chain tensioner "terlihat lebih ramai" sedangkan kalo chainguide "terlihat lebih sembunyi gitu" cuma aplikasi kekurangan dan kelebihan belun tau. idenya muncul pas lagi masang chain guide dual chain lokal murmer di frame patrol
     
  20. Ted

    Ted New Member

    Betul om, tapi chain guide skr udah byk yg lokal dan kalo beruntung kita bisa dapet second dgn harga lbh murah pastinya.

    Selain itu kalau beli chain guide hitungannya investasi, kalau sewaktu-waktu kita mau main down hill atau 4x bisa dipakai. Kalau beli chain tensioner kan ga bisa :)

    Sent from my IMO S88 using Tapatalk 4 Beta
     

Share This Page