1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.
  2. Jersey CID V7.1 dan V7.3 telah dipesan. Untuk update terakhir KLIK SINI desain 4

Review dan diskusi tentang fork MTB (Trail/AM/Enduro)

Discussion in 'Review Perlengkapan Sepeda MTB' started by andredechh, Jul 3, 2014.

  1. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Ada yang punya pengalaman pakai fork Fox Talas 32 Evolution keluaran 2013/2014?
    Apa fork ini mumpuni/memuaskan untuk aggresive trail/AM ride?
     
  2. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Update

    Tadinya buka tread untuk minta advise tentang Fox Talas 32 karena mau beli fullbike yang pilihannya pake Talas atau Float (fixed travel).
    Akhirnya ambil yang Float 32 130mm (Performance series). Sampai sekarang sih nggak ngerasa nurunin travel fork saat gowes nanjak sebagai kebutuhan karena travelnya masih medium. Diatas 140mm, feature travel adjust bakal lebih berguna saat nanjak.

    Review lengkapnya menyusul.
     
    andytio likes this.
  3. andrib

    andrib Member

    @andredecch , sepi ya om di forum MTB. Biar agak hangat, saya review beberapa fork yg pernah saya pakai versi saya berat badan 84kg, nggih :
    - RST Omega Travel 100mm (bawaan Wim Hotrod)
    Masih pakai per, cukup empuk dgn. bb saya...walau kerasa keras redamannya di turunan makadam yang panjang. Fitur lock up ada. Pengaturan Rebound (putar kenop ke + atau -)...cuman gak terlalu ngefek.
    Dipakai teman dengan bb dibawah 70kg kerasa keras banget.
    -Rock Shox Recon Silver TK 100mm
    Paket pembelian termasuk pompa.
    Fork XC yg jauh lebih enak & responsif dibanding RST Omega. Fork udara, dengan bb saya, setting sag 20% sudah empuk, tapi gak sampe mentok travelnya. Ada fitur lock up untuk mengunci fork jadi rigid sangat bermanfaat saat tanjakan. Fitur rebound berfungsi bagus : saat turunan kasar/makadam kecepatan tinggi-rebound diset ke arah kelinci, terasa redamannya jadi stabil handling sepeda. Rebound ke arah kura-kura, saat jalanan relatif halus/menanjak/kecepatan rendah.
    Kelemahan : karena travel cuman 100mm, kalo buat main diturunan curam track AM/DH, rawan menjadi kursi lontar kalo lengah memposisikan keseimbangan berat badan.
    Cocoknya buat main XC.
    -Rock Shox Sektor R 140 mm
    Versi paling dasar kelas RS Sektor, Rebound ada, fitur lock up gak ada (tapi gak apa, gak pernah lock saat main AM). Fork udara single untuk medan AM, buat nanjak oke, buat turun aseeekk. Dengan bb saya, setting sag 20%+rebound kelinci turun 2-3 click : enak buat libas turunan curam pendek, asal bukan turunan kasar/makadam yg paaannnjjjaaangg kerasa bergetar tangan, handling serasa agak melayang. Sag 30%+rebound kura-kura naik 3-5 click, jadi empuk & tetap responsif...enak buat lewat turunan panjang makadam/kasar, kerasa efektif redamannya. Tapi kalo dibuat turunan curam pendek, kerasa terlalu empuk dan sering mentok (travel habis)...jadi kursi lontar kalo nekat + resiko seal cepat jebol.
    So far so good nih fork buat saya...
    Kelemahan : karena panjang travel 140 untuk melibas tanjakan sering keangkat roda depan. Konsekuensinya badan agak condong kedepan saat lewat tanjakan untuk keseimbangan.
    Bisa dipanjangin sampe 160mm, tapi harus bongkar fork-nya. Cuman dipakai di tanjakan pasti lebih suka keangkat roda depannya.
    Cocok buat main di track XC, AM, light DH. Setting sag & rebound sesuai medan, efektif memaksimalkan fork. Bandel nih fork diajak ajrut-ajrutan.
    -Fork belakang Rock Shox Ario.
    Travel gak tau panjangnya. Setting sag tetap di 20%+rebound kelinci turun 3 click: disegala medan gak pernah diubah. Pas turunan panjaanggg kasar/makadam terasa responsif redamannya. Turunan curam pendek, bisa mentul-mentul.

    Sekian review fork versi saya yang pernah saya pakai.
     
    Last edited: Feb 6, 2015
  4. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Wah..panjang juga pengalaman om @andrib. Bisa bikin fork-pedia nih.

    Share pengalaman dikit..yang masih seger, perbandingan singkat Fox Float 32 FiT 130mm (performance series) dan rockshox pike rct3 140mm (35mm stanchion) yang dipasang di sepeda (29er) dan dicoba di trek yang sama.

    Stiffness:
    Pike is much better, hands down. Float dengan stanchion "hanya" 32mm, kerasa flexi untuk medium travel 29er. Pike yang lebih kekar tampilannya juga jauh lebih stiff. Point and shoot...that's what Pike does exactly.

    Small & medium bump compliance:
    Saat dua-duanya dicoba di kecepatan sedang, guncangan akibat batu2 di trek masih kerasa ke tangan..ban juga kerasa mentul2. Nah saat ngebut di turunan, kondisi trek yang kurang lebih sama ancurnya bisa diredam dengan cukup baik sama Float. Pake Pike lebih smooth lagi rasanya dan responsnya lebih aktif, supel. Float saat menghadapi banyak bump berurutan dalam waktu singkat akhirnya kehilangan responsiveness. Sementara Pike, setelah meredam satu bump bisa cepat balik ke travel awal buat meredam bump berikutnya. Ini jelas bikin handling lebih terkontrol dan redamannya less prone to braking impact.

    Pedalling:
    Fox Float dan Pike dua-duanya punya feature pedalling platform: CTD untuk Float, di Pike ada 3 pilihan kompresi (full open, half open, locked). Untuk pedalling performance Pike menurut ane lebih unggul karena CTD float nggak terlalu kerasa beda antar tiap settingannya. Sejauh ini saya kebanyakan pake half open di pike atau trail di float. Dua-duanya masih ok untuk hard pedalling on-the-saddle, noticeable but still acceptable bob under hard off-the-saddle effort. Di settingan tsb, redaman kedua fork masih ok tanpa harsh yang berlebihan. Untuk turunan panjang dan gnarly ane pake full open. The feeling i got when descending on Pike was: let go..pike is doing its job.

    Segitu dulu ya...untuk redaman yang melibatkan jump yang ekstrem, ane belum kapabel kasih review hehe. Kesimpulan...Pike RCT3 memang kelasnya diatas Float 32 FiT. Pike is a worthy upgrade from my previous Float.
     
    Last edited: Feb 18, 2015
    andrib and desu35 like this.
  5. juliejumper

    juliejumper New Member

    mohon ijin bertanya...

    Saya pengguna (baru) Polygon Vector dan dalam waktu dekat saya ingin mengganti fork bawaan yang sudah jebol sealnya. Karena alasan budget, Pilihan saya adalah RST Blaze atau RST Omega

    Dengan berat badan saya 85 kg dan trek yang lewati biasanya jalan sawah, kampung, makadam, dkk. kira - kira fork mana yang yang cocok buat saya ? Atau ada saran fork merk lain dengan budget dibawah 800k ? Terakhir apakah berbahaya kalau fork sepeda diganti dari travel 80 ke 120 mm

    Sekian, terima kasih
     
  6. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Minggu lalu nyobain trek KTH Kondang dan KTH-OG yang cukup brutal..PIKE RCT3 + 29" wheels emang maknyuus

    Cuma agak repot di hairpin; wheelbase panjang dan nggak se-stiff 26"
     
  7. hasan

    hasan Well-Known Member

    oms...saya dibantu dong, saya punya MTB pakai fork XCM Suntour bawaan Polygon Cleo2.0 travel 100 kondisinya macet karena di bagian pipa atas sedikit berkarat, ketika saya tekan tekan tidak berhasil 'pumping' atau pegas nya tak berfungsi..ada sarankah? terkahir bulan puasaan sya pakai tp msh baik baik saja fork tsb....need advice ya thanks

    baru punya 2 sepeda, kayaknya si MTB lg ngambek nih
     
  8. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Eeehhmm...klo ga salah xcm ada yg pake lock-out. Cek dulu om, jangan-jangan lock-out di posisi on.
     
  9. hasan

    hasan Well-Known Member

    makasih atensinya om...XCM Suntour DS26 saya tdk ada lock outnya om..sy jg ndak pernah itu pegang pegang 2 baut hitam daiats fork itu..maklum,,punya MTB hanya trima pakai saja hehehe......needadvice ya oms @andredechh :D
     
  10. Wilber Purwanto

    Wilber Purwanto Active Member

    Dicek di toko sepeda tercinta aja om, mungkin bocor oli, atau bocor lainnya wkwkwk
     
    hasan likes this.
  11. hasan

    hasan Well-Known Member

    iya om...isih ngempet ini om, iso iso bocor dompet e om @Wilber Purwanto hahaha
     
  12. fwid

    fwid Active Member

    siang om om.. mau tanya mengenai fork nih.
    kalao fork suspensi itu bisa ditukar2 steerer tube nya tidak c?
    bagaimana caranya?
    dan ada efek mencelakakan ga?
    thx
     
  13. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    Ehm, kenapa mau tuker steerer tube ya? Apa headtube & steerer ngga compatible?

    Kalau tuker steerer kayaknya ngga bisa deh, karena diameter di crown (lengkungan yg sambungin kaki kiri & kaki kanan fork) tetap sama aja.
    Yang saya pernah baca itu tuker sampai crownnya sekalian, tp itu di UK, kalau di Indonesia blom tau ya.
     
  14. fwid

    fwid Active Member

    krn kebetulan lagi cari fork suspensi yang untuk headtube ukuran EVO, om.
    hehehe... sapa tau ada yg pernah ganti steerer tubenya. jd pengen tau cara dan bengkel mana yg bisa nya.
    kl diweb pernah baca ada semacam adaptor untuk di bagian crown race ya c.. cm ga tau cari dmn skrg.
     
  15. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    Oooh, kenapa ngga pake headset reducer aja om? Biasanya saya cari di www.canecreek.com/headset-fit-finder
     
  16. fwid

    fwid Active Member

    dulu pernah c om... hehehe.. cm jd ga puas gt ga pake yg ori evo, hehehe
    tp kl uda mentok ya balik lg ke reducer c dan cari fork yg OS.
    hehehe idealis c
     
  17. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    Sekalian sharing deh untuk 2 fork yang pernah saya coba:

    - RockShox PIKE 426, Coil U-Turn 95-140.
    Yang saya suka, fork ini bener-bener stiff chassisnya untuk di kelas 32mm. Karakternya bisa dibilang fork point-and-shoot. Bisa tetap di line yang kita pilih walaupun rute makadam atau yang banyak akar. Steamroller. U-Turn juga bikin fork ini lumayan versatile. Sebelumnya dipasang di frame 4X set ke travel 100mm, begitu ganti frame jadi trail, set di 130-140mm. Motion control damper di sini juga udah cukup bagus.
    Kekurangannya cuma 1: coil spring. Memang lebih smooth & supple dibanding air spring (oke air spring fork pada jamannya ya), tapi untuk yang normal spring rate saja saya ngga pernah bisa pakai fork ini sampai 90% travel. Kalau mau lebih empuk harus ganti spring. Tambah lagi beratnya, sekitar 2.5kg

    Pernah dipakai di: Cikole, Gunung Pinang, Sebex, NuRA.

    - RockShok REVELATION Team Dual-Air U-Turn 120-150.
    Setelah pakai PIKE, saya ganti REVELATION. Sama-sama 32mm chassis, sama-sama Maxle 20mm, sama-sama straight 1 1/8 steerer tube, tapi entah kenapa PIKE berasa lebih stiff, secara lateral & torsional. Jadi entah bagaimana, power bulge dari rockshox ngga kelihatan gunanya hahahaha..
    Bagusnya, Dual-Air bikin set-up bener-bener fully adjustable, dari initial stroke & sensitivity. Air-spring juga progresif, jadi walaupun empuk di awal, mendekati ujung travel bakal lebih keras. Kekurangannya memang mesti sering coba macem-macem setting baru nanti tau patokannya di mana yang bagus. Untuk dampernya, BlackBox Motion Control memang ada di kelas yang beda dari Motion Control biasa. Lebih stabil di speed yang beda-beda. Untuk fork ini, beratnya jelas jauh lebih ringan dari PIKE, sekitar 1.7kg.

    Pernah dipakai di: Sebex, Cihideung gravity park, Asian Enduro Warm-up Race (KTH-AT, KTH-OG, KTH-Wisata)

    Kesimpulannya: Dua-duanya fork yang bagus, dengan karakter & kekurangan masing-masing.
     
    andredechh likes this.
  18. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Dual air = + & - chamber ya om?
    Dulu sempat pakai Reba 120mm yang pake + & - emang rada lama nyoba-nyobanya sampe dapet settingan yg pas.
     
  19. FunRunner

    FunRunner Rider Srampangan

    Yep, betul oms. Biasanya sih negative air springnya di-set 10-15psi lebih dibanding positivenya. Ini yg paling pas buat dapet empuk di awal tapi ada support pas mau bottom out.
     
  20. fwid

    fwid Active Member

    wew... settingannya rumit amit...
    dulu pernah pake suntour xct 80mm... emang enakeun dikit kl di jalan yang berkerikil dan kl di jalan yang menurun lebih pede ngelibas belokan dan kerikil. tp karena xct pake coil, maka harus gendong bobot ampir 2 kg kalo ga salah.
    saya blom pernah nyoba suspensi yang mahal. kmrn liat rockshox yang om funrunner referensiin, hrgnya mayan jg buat saya yg jarang banget ngeboseh.
    hehehe.
    tp yg jelas kl pake fork suspensi jadi lebih pede aja di turunan.
     

Share This Page