1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

PANNIERS VS BACKPACK VS MESSENGERBAG

Discussion in 'Commuting dan Bike2Work' started by Werefrog, Jan 8, 2015.

?

Pilih yang mana?

  1. Backpack

    44.8%
  2. Pannier

    34.5%
  3. Messengerbag

    29.3%
Multiple votes are allowed.
  1. allhill

    allhill New Member

    bike2work saya pakai backpack, buat laptop dan pakaian...
    kadang terasa berat di punggung :)
     
  2. CoMePunk

    CoMePunk Blogger Cycling Indonesia

    Gue udah pakai semuanya, dari Messenger Bag, Pannier, sampai Backpack.

    Mesenger bag:
    Gue pakai tahun 2012-2013 waktu masih pada nge-hits pake messenger bag ala2 kurir sepeda.
    + Stylish. Kelihatan keren.
    + Bisa akses cepat ke barang2 tanpa harus lepas tas.
    + Cocok kalau bawa beban sedikit dan ringan
    - Ngga cocok kalau bawa beban berat, weight distribution ngga imbang, pundak jadi berat sebelah dan cepat pegal. Walaupun sudah pakai cross-strap.

    Pannier
    + Ngga berasa ada beban di badan.
    + Badan bebas keringat!
    + Muatan lebih banyak, apalagi kalau pannier-nya kiri kanan
    - Bahaya buat laptop, apalagi kalau jalur commute lo jalanan jelek. Laptop gue layarnya rusak kebanting-banting di dalam pannier. Jadi pastikan jalur commute lo mulus.
    - Manuver sepeda kurang lincah karena ada beban tambahan di belakang.
    - Kalau pannier satu sisi, sepeda jadi agak berat ke sisi tersebut, khususnya kalau kecepatan lambat. Kalau lagi agak kencang ngga ngaruh
    - Heel clearance! Buat yang kakinya gede (45 ke atas), pastikan chainstay sepedanya juga panjang, kalau ngga, pannier-nya bakal mentok kena tumit pas gowes. Atau beli pannier yang tapered (bawahnya mengecil). PIAS Scarab gue chainstay 42,5 cm, tapi kaki gue 46. Mentok dah tuh. Sempat mentok, jadi posisi pannier gue mentokin sampai belakang banget.

    Backpack:
    Yang gue pakai sekarang
    + muatan bervariasi, dari banyak sampai sedikit, tergantung ukuran backpack
    + distribusi berat di badang seimbang
    - kalau dipakai lama, apalagi pas bawa muatan berat, punggung jadi gerah.
    - khusus pengguna road bike: kalau pakai backpack ukuran besar fully loaded, kadang bagian atas backpack bisa mentok ke bagian belakang helm pas kita lihat depan.

    Berhubung gue commute jarak dekat (rumah-kantor 9 km), bawa laptop, dan jarang bawa muatan banyak (di kantor ada loker), jadi pilihan gue yang paling enak sekarang pakai Backpack. Pilihan gue: LBBJKT The Breakaway 27L.
     
    Yoi likes this.
  3. Akhmad Fakhrurrozi

    Akhmad Fakhrurrozi New Member

    Sekedar share...
    Saya pemakai 2 diantara 3 jenis bag yakni pannier dan backpack sebagai alat tempur dalam menerjang kejamnya jalanan ibukota dengan masifnya berbagai proyek....

    Pannier :
    + Muatan bebas, saya pernahh bawa magic com ukuran 2 liter pesanan istri yang entah kenapa dikirim ke kantor.
    + Badan bebas karena tanpa beban
    - Udah ngrusakin 2 jenis pannier rack karena beban berlebih. Pertama yang rusak seatpost rack merk Sapience, SAYA ganti yang universal rack jebol juga. Sekarang pakai topeak tourista dx belum ada keluhan.
    - Sepeda jadi kurang lincah di macetnya ibukota

    Backpack :
    + Kebalikan - di atas
    - kebalikan + di atas
    SAYA pake eiger azurita, bukan murni backpack buat gowes cuma karena adanya itu jadi mau dikata apa.
     
  4. opik

    opik New Member

    dulunya saya pakai tas punggung : gerah, trus punggung cape juga klo muatan banyakl,
    beli pannier murahan : kesangkut ama spoke roda trus ga sanggup bawa yg berat, dan goyang2
    akhirnya beli ortlieb pannier, ada toko yg lagi diskon 50%, mungkin mau tutup, beli dah, masih bagus ampe sekarang, investasi seumur hidup mungkin

    beli juga ortlieb pannier lain buat cadangan (bekas) sama trailer bob yak (ada yg jual 1/8 dari harga yg baru, jadi ga bisa nolak, mana masih bagus lagi), ini kayaknya bakalan kepakai klo touring atau angkut belanjaan pasar
     
  5. jessejoshua

    jessejoshua Member

    saya sudah pakai Pannier dan Backpack
    format sepeda: Polygon Heist 2.0 pakai 700x25c

    Pannier (Topeak)
    (+) Kapasitas barang bawaan banyak, karena tas yang saya gunakan bisa diexpand ke atas, dan ke sisi kiri dan kanan sepeda.
    Kadang kalau belanja kebutuhan bisa banyak bawanya. Seandainya bawa laptop, saya akan tempatkan entah di sisi kiri atau kanan, tapi ada baiknya untuk pastikan segala sisi laptop ada 'bantalan' yang menjamin laptop tetap utuh mau bagaimanapun bentuk jalannya (bisa pakai tas laptop kemudian masukkan ke sisi tas sepeda). Yang benar-benar terasa itu badan terasa terlepas dari beban yang menempel, jadi berasa gowes normal aja (walaupun tetap ada beban tambahan di frame).
    (-) Tasnya sendiri cukup berat kalau kosong, jadi suka saya lepas kalau keperluan barang bawaan hari itu hanya sedikit. Terkadang rack suka bunyi-bunyi kalau tas gak terpasang, agak annoying walaupun berusaha nggak peduliin (awalnya saya kira bunyi spoke ada problem).
    (bonus point) Eye-catching! Terlebih kalau sesi ngebut 65km/jam++ dan tas sedang nempel :nod:

    Backpack
    (+) Cocok digunakan apabila beban bawaan gak terlalu berat, jadi lebih berasa ringkas dibanding pannier yang loading unloading-ya harus ubek-ubek ke belakang dulu.
    (-) Kalau backpacknya bukan tas sepeda atau yang tidak ada rongga antara punggung dan tas, jadinya bisa keringetan seolah heboh.
    rekomendasi saya untuk tas sepeda pakai Jack Wolfskin Moab Jam karena sudah pengalaman.
     
  6. Akhmad Fakhrurrozi

    Akhmad Fakhrurrozi New Member

    Boleh dikasih bocoran om beli dimana?
     
  7. opik

    opik New Member

    Saya lagi aussie, banyak yg jualan tuh di gumtree, makanya dapat, klo di indo rasanya masih susah nyari yg mau lepas2in stoknya, klo pun ada, biasanya masih kelas2 bawah dengan harga mirip ama yg baru
     
  8. farcantes

    farcantes Active Member

    Saya tergantung pake sepeda yang mana. Saat bawa sepeda yg ada raknya saya pake panier. Klo lg pake fixed gear saya pake backpack. Seringnya untuk commute sehari-hari saya pake fixed gear.
    Sekedar share panniernya menggunakan roll back system untuk buka-nutupnya. Ini agak menyulitkan saat ada sekurity cek saat masuk di gedung kantor. gulung bongkar gulung. blm lagi kadang sekuritynya mencoba bantu tapi ga ngerti. Klo backpack lebih praktis karena sekurity tinggal buka zipper kantong atas saja. Namun kekurangannya backpack kurang tahan air saat musim hujan ketimbang pannier sekalipun sudah dipasangin rain cover saat hujan. Backpacknya quecha arpenaz 20 l.
     
  9. Akhmad Fakhrurrozi

    Akhmad Fakhrurrozi New Member

    Gak pengen pake messenger bag om?
    Saya ini malah ada rack belakang lebih sering pake messenger...
     
  10. CoMePunk

    CoMePunk Blogger Cycling Indonesia

    Coba pakai LBBJKT, om. Singkatan dari Life Behind Bars Jakarta. Yup, produk lokal. Keren. Di sisi dalam ada lapisan waterproof-nya. Sudah gue pakai gowes commute terjang hujan, barang di dalam aman.
    Buat backpack ada dua pilihan, Peloton Rolltop kapasitas 30 L expandable sampai 42 L, dan Breakaway kapasitas 27 L.

    Messenger bag cuma enak kalau bawaan sedikit. Gue dulu awal2 commute pakai messenger bag Timbuk2, pegal di satu sisi bahu. Jadi sekarang pakai backpack.


    Sent from my iPhone using Tapatalk
     
  11. Akhmad Fakhrurrozi

    Akhmad Fakhrurrozi New Member

    Saya sih kebetulan baru 3 bulan terakhir pakai messenger bag. Sebelumnya pake backpack dan pannier. Belum nemu masalah si om buat sekedar bawa ganti, dll. Masih acceptable di pundak.
     
  12. farcantes

    farcantes Active Member

    uda pernah Om. lupa ditulis. iya saya pakai mission workshop keknya pernah posting juga sebelumnya lupa. ditimbang-timbang lbh berat tas messenger bag saya dibandingkan backpack saya. Hahaha...
     
  13. farcantes

    farcantes Active Member

Share This Page