1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Know the Climb: Pamijahan (Gunung Bunder)

Discussion in 'Leo's Cycling Stories' started by red_cyclist, Apr 26, 2016.

  1. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    https://www.strava.com/segments/6888128

    Udah beberapa tahun belakangan rasanya udah makin kebiasa sama karakter-karakter tanjakan di Bogor. Ada yang panjang tapi gradien relatif bersahabat kaya RA, ada yang pendek tapi punchy kaya Rainbow Hill, ada yang konstan tapi nyiksa kaya Km 0 via Rainbow Hill. Tapi so far dalam hal penyiksaan masih ga ada yang ngalain Km 0 via Bojongkoneng sama Tanjakan Gajah di Tajurhalang. Well, tadinya....

    17 April lalu, diajakin sama om @nocturn untuk ke Gunung Bunder, tapi lewat rute baru, namanya Pamijahan. Basically, rutenya kaya rute Gunung Bunder biasanya (see my other thread), tapi dibalik. Nanjak lewat jalan yang biasanya turun, dan jalan yang biasanya buat turun itu luwar biasa curam. Tapi dari perspektif turunan, rasanya nggak berbeda sama Bojongkoneng. Or is it? Sebelum berangkat gowes, liat dulu segmennya di Strava. 4.2 km dengan gradien rata-rata 9%. Oke, jarak sama, cuma gradiennya aja 2% lebih curam. How hard can it be? Chainring 39t sama sprocket 28t cukup lah.

    Sebelum sampe di tanjakan itu, kita harus nanjak dari Ciampea lalu menelusuri daerah Pamijahan sejauh 17 km tapi gradiennya 2.6% saja. Lumayan lah, buat pemanasan, pas gowes juga rata-rata kita cengangas-cengenges aja. Sayangnya, begitu masuk segmen, muka langsung berubah jadi sufferface.

    Pamijahan segmen.jpg

    Segmen ini dimulai dengan tanjakan moderate dan masih agak rolling untuk hampir 1 kilometer pertama, tapi kemudian masuk ke stretch curam pertama, yaitu 1 km dengan gradien 11.7% dengan gradien tercuram bisa lebih dari 17%.

    Setelah itu, gradien mereda dikit ke, well, 5-6% untuk beberapa ratus meter saja, dan di sini juga kita lewatin gerbang masuk Taman Wisata Gunung Salak. Biasanya petugas nyetop siapapun yang masuk untuk bayar tiket, tapi kayanya yang jaga udah terlalu kasian sama tampang saya waktu lewat, jadi dikasih lewat gitu aja, alias gratis.

    1.5 km terakhir merupakan pembantaian paling kejam. Pertama, tanjakan ke tikungan Curug Cigamea, gradien di sini berkisar dari 12-17%. Setelah itu, gradien turun dikit ke angka, well, like it or not, 10%. Tapi gradien makin lama makin turun sampe akhirnya cuma 3-5%....untuk sekitar 300-400 meter sajah. Barulah setelah narik nafas (sedikit), monster terakhirnya muncul

    Pamijahan.jpg

    100 meter terakhir dengan gradien 17.5% dan maksimal lebih dari 21%. Yes, 100m doesn't sound a lot, tapi setelah 4 km berkutat sama gradien kaya gitu, terus gradien paling kejamnya baru nongol belakangan, itu agak ngeselein sih. Di ujungnya ketemu semacem pertigaan, di situlah penyiksaan selesai. Selanjutnya tinggal rolling ngelewatin Michael's Resort, and on the way to Gunung Bunder.


    Honestly speaking, udah lama banget rasanya ga nemuin tanjakan yang bisa bikin desperate dan bikin saya sampe kepikiran untuk istirahat sejenak atau paling ngga nurunin effort (walaupun rasa ga rela copot dari @FunRunner [akhirnya copot juga sih] sama takut dikejar sama yang di belakang akhirnya mengalahkan itu). Di titik-titik tertentu, speed saya turun sampe ~6 kph dan angka cadence udah di bawah 50 rpm.

    Kesimpulannya, this is a lot more challenging than Bojongkoneng, dan entah kenapa saya sakau banget pengen ke sini terus :oops:



    Note: data gradien beberapa saya ambil dari stravanya om Uun Hendra Wijaya (member dari pesepeda Bogor) karena based on barometric altimeternya Garmin, bukan topografi Google yang ajaib itu.
     
    rykusmo, Ibet, hiu and 10 others like this.
  2. yogadizz

    yogadizz Raja Modus

    Buset .. Bisa mimisan gw klo rute dibalik
     
  3. andredechh

    andredechh Well-Known Member

    Waah....tulisan yg bikin saya sakaw nanjak. Nasib tinggal di negara flat kaya pancake huhuuu
     
  4. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Ambil sisi baiknya aja om, jalan lebih sepi sama aspalnya ga ancur

    Harus dibikin sakaw dulu biar kalo ke Indo langsung borong KOM om
     
  5. emirr

    emirr Contributing Member

    ada ojek or angkot ga? :chainsaw::chainsaw::chainsaw:
     
  6. Ardi

    Ardi Well-Known Member

    Foto Google streetviewnya memang gak akurat.....
    Landai di fotonya, tapi kenyataannya curam banget





    Maklum, pernah ketipu survei rute pake google streetview
     
  7. nocturn

    nocturn Well-Known Member

    Kesimpulannya, this is a lot more challenging than Bojongkoneng, dan entah kenapa saya sakau banget pengen ke sini terus :oops:
     
  8. bleukatana2004

    bleukatana2004 Bali 2014 Organiser

    maap mau bertanya kuncen pamijahan sekarang siapa ? om @nocturn ?
     
  9. red_cyclist

    red_cyclist Rider Sruntulan

    Yes
     
    bleukatana2004 likes this.
  10. hansadhitya

    hansadhitya Well-Known Member

    Waktu itu ada truk sampe gak kuat naek di tanjakan jalur ini.
     
  11. Madbul

    Madbul New Member

    Om-om sangat luar biasa neeh...pengen ikutan tapi ngeri2 sedap.....hehehe....newbie maklum dach
     
  12. Ibet

    Ibet Active Member

    wah ini tanjakan wajib Pesepeda Bogor ya .. sekaligus jadi battleground
     

Share This Page