1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Campagnolo Khamsin G3(?) Assymetric

Discussion in 'Review Perlengkapan Sepeda Balap' started by pumashoes, Jun 26, 2016.

  1. pumashoes

    pumashoes Well-Known Member

    Ini adalah wheelset pertama saya berharga diatas 2 juta rupiah. Sebelumnya pakai Entity Sport bawaan Helios C2 dan Shimano WHR-501. Untuk bujet dibawah 3 juta, sebenarnya pilihan pertama adalah Fulcrum Racing 7 yang sayangnya susah didapat. Ada Shimano RS 330 yang sayangnya bobotnya menyentuh angka 2kg (no thx). Jadi ketika saya lihat ada yang jual Khamsin di bukalapak, saya contact langsung orangnya dan janjian di Alam Sutera besoknya langsung.

    Sebelumnya, saya sudah googling tapi minim sekali info dan review khamsin. Kalau toh ada, itu model tahun lama. Akhirnya cuma berharap wheelset ini memenuhi kriteria saya: stiff, ringan (setidaknya lebih ringan dari WHR-501) dan masuk bujet. Ganteng? Halah, bujet pas-pasan aja kok maunya banyak.. :p

    Pertama kali melihat kardusnya aja saya udah ser-seran. Wow.. it's Campagnolo! Walaupun yang paling murah, tapi sudah bikin hati gembira.

    IMG_20160625_102600.jpg

    Saya menyerahkan pemasangan ban dan sproket ke Rodalink Serpong, dan disambut oleh masnya dengan, "Wah, ini Kasimin ya? Kampak Kasimin!" Iya deh mas...
    IMG_20160625_111948.jpg

    Bobot yang tertera di angka timbangan RL adalah 1.07kg belakang dan 0.77kg depan. Hmm... 1.84kg. Lebih berat dari klaim di webnya yang 1.75kg.

    Ok, Minggu pagi saya coba gowes santai dari rumah ke arah SCBD. Awal perjalanan, saya merasa ini wheelset loncer sekali ya. Apa karena sebelum-sebelumnya saya biasa pakai hub gotri dan kali ini bearing? Bisa jadi. Entahlah.

    Di tanjakan fly over Ciputat, saya menjaga effort persis seperti biasanya kalau gowes lewat situ. Di tengah-tengah tanjakan yang sebelumnya speed cuma berhasil ditahan di 30kph dengan R501, saya iseng melirik speedometer dan kaget sendiri karena angka menunjukkan 34kph! Surprise number one.

    Memasuki jalan Metro Pondok Indah yang jalannya lurus dan aspalnya mulus, sulit sekali menolak godaan untuk gaspol. Maintain speed 40an ga sesulit biasanya. Waktu coasting pun, speed turun dengan lambat. Belakangan saya lihat di strava, dapat Personal Record di segmen itu.

    Di bagian aspal kasar jalan Gatot Subroto, seberang Polda Metro terasa sekali getarannya. Tekanan ban seperti biasa 95-105psi. Nggak comfort? Tak apalah, saya nggak terlalu perduli dengan riding quality. Kalau mau comfort, ya di rumah aja duduk-duduk di sofa :p.

    Khamsin, dari sononya punya profile depan belakang yang beda yaitu depan 24mm dan belakang 27.5mm. Saya suka wheelset belakang yang lebih tinggi, lebih proporsional. Dan jumlah spoke depan-belakang adalah 18-24.

    Hal lain yang cukup mengagetkan adalah, di tikungan yang sama sebelumnya saya sudah deg-degan dengan nikung di 33-34kph, dengan Khamsin 35kph pun terasa enak dan presisi sekali. Terjawab sudah kenapa sebelum-sebelumnya saya ga pernah pede nikung di atas 30kph karena sepeda terasa goyang dan labil. Lebih seperti pakai pelek yang skewernya dikencangkan oleh anak umur 3 tahun.

    Total perjalanan pertama dengan Khamsin adalah 68km. Bunyi freehub yang sangat sunyi di beberapa km awal, sudah berubah agak nyaring di perjalanan pulang. Tapi ini pun nggak terlalu saya pedulikan. Walaupun sebenarnya hati senang.

    IMG_20160626_100042.jpg

    IMG_20160626_073713.jpg


    +
    Stiff
    Good looking
    G3 dan Assymetric technology
    Murah meriah buat ukuran wheelset road bike

    -
    Beyat
    Sticker decal sepertinya kurang menempel dengan baik
     
    Last edited: Jun 27, 2016
  2. Soekotjock

    Soekotjock Active Member

    Muat tire 25c nggak oom?
    Lg nyari2 whelset entry level yg muat 25c sih,pilihan awal sama kaya oom Fulcrum Racing 7 LG
     
  3. Soekotjock

    Soekotjock Active Member

    Btw oot dikit,dropbar nya apaan oom?
    Traditional bend sepertinya ya?
    Looks pretty cool on your bike...
     
  4. pumashoes

    pumashoes Well-Known Member

    Muat lah. Saya pakai 25c.

    Entity Sport bawaan C2. Betul traditional.
     
    Soekotjock likes this.
  5. ferdiandriska

    ferdiandriska Well-Known Member

    Thanks buat review nya om @pumashoes,
    Iya bener, masih minim review khamsin, dulu mau nyobain juga tapi akhirnya beralih ke Aksium.


    Salam,
     
    SonyJoss and pumashoes like this.
  6. wsaputra

    wsaputra Well-Known Member

    :bomb:sudah saatnya shooting video lagi ni kalo gitu, biar informasi cyclometernya lebih menarik
     
    pumashoes likes this.
  7. Sedikit nambahin

    Udah di test jarak 115km
    Karawang - karawaci pakai ws campagnolo khasim
    Sepedanya polygon A6
    Ban ukuran 23 schwalbe durano s
    Tekanan angin 100psi


    Result

    Enak kuat hajar lobang sepanjang jalan sih tapi bantinganya lumayan keras di banding shimano rs30 yg dulu saya pake (shimano sih emang empuk ). Buat lari no problem lumayan enak buat maintenance speed enak enak aja gak ada bedanya. Belom coba buat disiksa nanjak abis abisan gimana

    Demen aja bunyi hubnya berasa shamal mile wkwkkwkw

    Atleast belom ada nemuin kurangnya paling bantinganya aja kerasa keras setelah di siksa jauh

    [​IMG]



    Suaranya menggetarkan hati

    https://www.instagram.com/p/BHW_-QIhivM/

    Besok kita coba nanjak jatiluhur. Ya kita liat gimana klo di test nanjak
     
    billy christian, emirr and pumashoes like this.
  8. hansadhitya

    hansadhitya Well-Known Member

    Settingan barnya om :confused:

    Sengaja diseting buat dipegang di posissi drop/bend kah?
     

  9. Iya om hahaha karena masih make -6° sama emang posisi enak buat saya begitu (aneh klo kata orang2 posisi banteng ketaton hahahah)
     
    SonyJoss and hansadhitya like this.
  10. alditriwibowo

    alditriwibowo New Member

    Kerasa beda gak om dri rs 30 ke khamsin

    Sent from my ASUS_Z00VD using Tapatalk
     
  11. arif.azis

    arif.azis Member

    mantep review nya, saya masih pengguna wilset Shimano WH-501 dengan alasan belum ada bujet :suicide: . saya ada sedikit perbedaan setelah pake sprocket 12-30 (sebelumnya pake 11-25), waktu nanjak pake gear paling atas alias 30 berasa wilset saya meliut-meliut padahal habis check tension. om @pumashoes mungkin bisa kasih review dengan kondisi tanjakan panjang :sorry: bagaimana reaksi wilset nya.
     
  12. pumashoes

    pumashoes Well-Known Member

    Ga usah kuatir sama R501nya, buat initial acceleration masih lebih enak daripada khamsin. Buat tanjakan, sayangnya saya belum pernah tes di 2 tanjakan yang sama. R501 pernah dibawa ke KM0 Sentul (sproket 12-25) dengan catatan waktu yang ga malu-maluin, sebaliknya khamsin sudah menjelajah ke RA (sproket 11-28) dengan waktu yang cukup memalukan. Tapi kondisi fisik dan berat badan saya antara 2 rentang waktu itu memang sangat beda, jadi sulit sekali membuat perbandingan yang fair.

    Mungkin juga karena R501 tarikan awalnya lebih enak, waktu itu saya sempat berpikir, "kok buat nanjak enakan pake R501 yah..?"
     
  13. arif.azis

    arif.azis Member

    sekarang agak gemukan ya om :p tetapi emang kondisi tubuh(mental/psikis) pas lg drop ngga bisa bohong, mau pake part apapun tetep aj letoy:flu:
     

Share This Page