1. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.

Index Thread Beginner Tips: Road Bike Fitting

Discussion in 'Road, Time Trial, dan Cyclocross' started by mt, Jul 25, 2012.

  1. mt

    mt Pensiun Dulu

    Salah satu pertanyaan yang paling umum di dunia road bike adalah mengenai bike fitting. Disini saya akan mencoba menulis sebuah panduan umum untuk membantu anda mendapatkan bike fitting yang tepat.

    Part 1: Memilih Ukuran Frame Road Bike

    Banyak rumus2 yang bisa ditemukan di internet, seperti menentukan ukuran sepeda yang harus dibeli dengan jarak inseam length (aka jarak selangkangan ke lantai) lalu mencocok-annya ke suatu tabel untuk menentukan ukuran sepeda.

    Contohnya misalnya seperti menggunakan chart dari buku "Greg Lemond's Complete Book of Bicycling" berikut:
    Lemond sizing chart.jpg


    Tentu saja ukuran yang diberikan disini bukanlah satu angka mati. Misalnya jika tabel menunjukan anda harus memakai frame ukuran 54cm, and bisa saja memakai 52cm atau 56cm, tergantung geometry dari sepeda yang akan dibeli. Saya sendiri punya dua sepeda: Polygon Helios ukuran 58 dan Specialized Roubaix ukuran 56. Dari ukuran frame tersebut seharusnya Helios lebih besar, tetapi kenyataannya Roubaix saya jauh lebih besar dari Helios.

    Umumnya, ukuran frame yang lebih kecil cenderung lebih ideal untuk performance. Misalnya lebih mudah untuk dapat posisi aero, bobot frame lebih ringan di ukuran kecil, lebih enak untuk sprinting dan handling. Disisi lain, ukuran frame yang lebih besar umunya lebih nyaman untuk dikendarai jarak jauh.

    Competitive Cyclist Calculator
    Beberapa orang merekomendasikan untuk ke situs Competitive Cyclist (http://www.competitivecyclist.com/za/CCY?PAGE=FIT_CALCULATOR_INTRO) untuk mendapatkan ukuran fitting yang lebih tepat. Saya sendiri pernah mencoba calculator di Competitive Cyclist tersebut, tetapi pada akhirnya saya tidak menggunakan ukuran2 yang diberikan disitu oleh karna dua sebab:
    1. Ukuran yang diberikan tidak practical, karna belum tentu sepeda yang anda pertimbangkan untuk membeli memiliki geometry yang mirip dengan standard yang diberikan Competitive Cyclist.
    2. Sangat sulit untuk mendapatkan komponen2 yang tepat (misalnya stem, dropbar) dengan yang ditentukan spesifikasi Competitive Cyclist.
    2. Pada akhirnya, walaupun anda mungkin bisa mendapatkan sepeda dengan geometry yang persis dengan yang diberikan Competitive Cylist, ternyata ukuran yang diberikan tidak menjamin fit yang sempurna.

    Sebagai general rule of thumb, saya rasa yang harus diperhatikan adalah anda membeli frame yang pas dengan ukuran badan. Tetapi ingat bahwa sama2 ukuran 54 dari dua merek yg berbeda tidak menjamin kalau ukuran sepeda akan sama. Seperti contoh saya diatas Polygon 58cm vs Specialized 56cm. Yang penting adalah, jangan sampai membeli frame yang 2-3 ukuran lebih kecil/besar daripada yang direkomendasikan di chart Lemond. Sebetulnya jika anda ada waktu ke toko sepeda, kebanyakan staff toko sepeda sudah cukup berpengalaman untuk memberikan saran ukuran frame hanya dengan melihat ukuran badan anda.

    Part 2: Mitos The Perfect Bike Fit.

    Dari pengalaman saya pribadi, saya tidak setuju jika ada orang yang bilang bahwa ada satu ukuran geometry yang akan sempurna bagi anda. Bike Fitting dipengaruhi oleh banyak aspek:
    1. Tinggi badan. Lebih tinggi, frame lebih besar.
    2. Inseam length. Lebih panjang, frame lebih besar.

    Selain dua faktor ini, masih banyak lagi aspek2 yang kurang sering dibahas mengenai bike fit, seperti:
    3. Jenis riding yang anda lakukan. Performance, atau touring/comfort?
    4. Gaya bersepeda anda. Pusher (low cadence) atau Spinner (high cadence)?
    5. Posisi anda bersepeda. Banyak di drops (aero position) atau di hoods (normal position)?

    Semua perubahan di point2 berikut ini akan mempengaruhi ukuran bike fitting anda. Bahkan dengan sepeda yang sama, saya seringkali merubah tinggi saddle, tinggi stem/handlebar menurut agenda bersepeda saya hari itu. Makin jauh jarak tempuh (>60km), saya akan merubah untuk posisi yang lebih comfort (stem ditinggikan, saddle height turun). Makin pendek jarak tempuh, dan makin tinggi speed yang saya akan kejar (<60km), makin agressive setting sepeda saya untuk dapat mengejar speed yang lebih tinggi.

    Part 3: Saddle height, saddle angle, saddle position.

    SADDLE HEIGHT

    Mungkin yang terpenting dari semua aspek bike fitting adalah saddle height. Saddle height akan berpengaruh langsung dengan optimal power output yang bisa dikeluarkan. Saya pribadi lebih cocok main di low cadence, big gear. Dengan style seperti itu, saya menemukan bahwa optimum saddle height saya ternyata 2-3cm lebih tinggi dari ukuran yang direkomendasikan Competitive Cyclist.

    Jika saya bakalan banyak main di aero position, saddle height bisa saya tambah lagi 3mm-5mm dari tinggi normalnya. Ini disebabkan posisi tubuh kita berubah, dan cara duduk kita juga berubah waktu kita masuk ke posisi aero. Semua pergeseran posisi tubuh ini berpengaruh terhadap effective saddle height kita.

    Posisi untuk high cadence saya cenderung lebih rendah daripada posisi low cadence. Saddle height untuk low cadence akan berasa terlalu tinggi jika saya sedang berlatih ngicik. Oleh karna perputaran kaki yang lebih cepat, biasanya saddle height bisa saya turunkan ~5mm untuk high cadence.

    SADDLE ANGLE

    Setelah saddle height, hal kedua yang diadjust adalah saddle angle. Angle yang lebih agressive berarti ujung depan saddle lebih menukik kebawah. Ini sangat bermanfaat jika saya akan banyak main di aero position, karna blood flow didaerah pelvis akan lebih lancar. Disisi lain, saddle yang terlalu menukik akan menambah beban di daerah shoulder dan tangan, karna harus menahan beban badan yang mau merosot kebawah. Jadi untuk touring rides, saddle akan saya naikkan lebih tegak, mungkin segaris dengan horizontal.

    Perlu diingat bahwa saddle angle juga mempengaruhi effective saddle height. Makin menukik ujung saddle, makin rendah saddle height. Dari posisi menukik yang lumayan ekstreme pindah ke saddle angle yang paralel dengan garis horizontal, bisa merubah effective saddle height sekitar ~3-5mm.

    SADDLE POSITION

    Ini biasanya tergantung dengan geometry sepeda, terutama spek seat-tube angle. Bila saddle terlalu mundur, power delivery dari otot Quads (paha) tidak akan optimum. Bagi kebanyakan rider aggressive, posisi saddle yang mentok di depan pun seringkali masih kurang maju, dan untuk momen2 high effort atau sprinting, banyak dari mereka akan duduk di ujung depan saddle.

    Umumnya posisi saddle saya patok agak kedepan. Saddle itu sendiri lumayan panjang dan jarang kita menggunakan seluruh areal saddle waktu duduk. Jadi waktu riding, saya bisa geser posisi duduk saya kedepan atau kebelakang saddle untuk mendapatkan posisi otot yang terbaik untuk moment tersebut. Umumnya, makin tegak seat-tube angle, makin saddle position bisa lebih kebelakang, dan sebaliknya makin relaks seat-tube angle, makin harus kedepan saddle position.

    Part 4: Fitting Front End / Cockpit

    -to be continued-
     
  2. josephdiaknes

    josephdiaknes Active Member

    untuk stem dan handlebarnya om
    saya menantikan nya :)
     
  3. Jev

    Jev Active Member

     
  4. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    ditunggu fitting front endnya om, saya ada pertanyaan, kekurangan dan kelebihan dari beberapa jenis dropbar
    yaitu :

    1. dropbar classic (banyak nempel di sepeda road classic)

    2. dropbar compact

    3. dropbar anatomic

    4. terus lebar handlebar berpengaruh kepada aspek apa saja selain kenyamanan?

    makasih
     
  5. mt

    mt Pensiun Dulu

    Sorry masih lom sempet nulis panjang lebar lagi.

    Intinya:
    1. Stem: Makin tinggi makin nyaman, makin ga aero. Makin rendah makin pegal, makin aero.
    2. Lebar Handlebar: Makin lebar, makin gampang napas, makin ga aero. Makin sempit makin susah napas, makin aero. Misalnya, sepeda saya yg satu pake 42mm, yg satu lagi pake 38mm.
    3. Classic, compact, anatomik. Saya rasa paling nyaman compact yg melengkung halus (ga ada tekukan tajam). Anatomic, kalo di saya kok ga berasa gimana2 banget, cuman ada grooves aja buat jari di bagian melengkungnya, tapi saya ampir ga pernah taro tangan di bagian melengkung itu. Classic: oke lah, lebih enak compact tapi ya. Tapi ini sih pilihan preferensi pribadi aja.
     
    darmamade and dxtr like this.
  6. dxtr

    dxtr Peternak Sepeda

    mantepp om mt penjelasannya, mudah dipahami

    maaf, saya mau tanya lagi

    saya kebetulan juga pake dropbar compact dan modelnya pipih di bagian atas, nah waktu saya lagi setting cockpit, saya setelnya dari posisi bar yang pipih dulu, saya cari sudut yang pas dan nyaman untuk saya pegang (tinggi stem 4-5 cm dr head tube, dan panjang stem sekitar 100 mm)

    setelah ketemu sudut yang pas saya perhatiin ujung dropbar saya kok jadi ga horizontal kalo dilihat dari samping, kebetulan karena saya setting saat puasa saya belum sempet nyoba posisi aero, jadi belum tau nyaman apa ngga kalo lagi posisi aero

    menurut teori apakah ujung dropbar harus sehorizontal mungkin jika dilihat dari samping atau tidak?

    makasih
     
  7. mt

    mt Pensiun Dulu

    Dulu saya jg bingung nyetel itu.. tapi setelah lama main, diperhatikan yang umum (juga kalo saya ngomong ama builder road bike), yang penting bagian atas itu bisa segaris horizontal dari stem sampe ke bagian base brifternya. Masalah dropnya gimana saya rasa ya itu cuman mengikuti setelan atas aja..
    Tapi ya ini sekali lagi bukan harga mati saya rasa.

    trek-x-hydro74-for-fabian-cancellara-madone.jpg
     
  8. reza105

    reza105 Active Member

    asamdy likes this.
  9. andytio

    andytio Fat Cyclist

    settingan geometri mungkin ada patokan nya... tapi biasanya kalau settingan sadel dan cockpit ( HB, stem dan brifter ) biasanya ga ada patokan nya, yang ada preference aja... cocok2an dan cuma bisa di rasain sama yang gowes...

    terus juga berapa lama bermain roadbike itu juga penting... di awal2 nunduk dikit aja dah pegel2 pinggang... tapi semakin lama otot2 perut pinggang udah terlatih, sudah lebih tahan... nanti settingan berubah lagi...
     
    Arezu, darmamade and asamdy like this.
  10. andnej

    andnej Member

    teori yang saya dapat dari mekanik sih kudu lurus, setelah saya eksperimen sendiri sih saya setuju harus horizontal. kenapa ?
    - posisi netral adalah di hood itu berarti 90% waktu akan dihabiskan di hood
    - posisi paling agresif adalah di drop (posisi datar paling bawah di mana tangan jauh dari rem, posisi ini gak akan di dapat di kebanyakan compact drop bar)
    - kalau terlalu ndongak, susah mau main di drop
    - kalau terlalu turun, gak enak hood nya

    jalan tengahnya ya kudu datar.

    nah soal saddle height, saya masih pake teori di mana disarankan di mana kondisi betis tegak lurus tanah, paha dan betis membentuk sudut 150 derajat, itu posisi di mana tenaga optimal bisa dikeluarkan

    maju mundurnya sadel mengikuti posisi stem

    stem dinaikin dan diturunkan ataupun diganti dengan yang lebih panjang untuk ngejar posisi optimal, ada beberapa pertimbangan untuk posisi optimal yaitu:
    - handling -> stem tidak boleh lebih dari 12 cm
    - aero
    stem diturunkan untuk mengejar aero atau karena gak mau ganti stem dan butuh lebih panjang
    stem dinaikkan kalau stem kepanjangan dan gak mau beli baru
    pengubahan posisi harus bertahap jangan sekali ganti langsung buang 2 spacer, bisa sakit punggung

    cuman berhubung kita bukan racer/atlit profesional, anything works for you just do it
    if it ain't fun, you're doing it wrong
     
    darmamade likes this.
  11. andnej

    andnej Member

    saya juga kurang setuju dengan lemond sizing chart, sizing nggak sekedar seat tube height karena semua sepeda diciptakan berbeda
    kalau saya pake cervelo saya bisa pake size 51 nya, kalau saya pake Specialized saya pakai size 49 nya, surly ? 42 man!

    nah saya pake competitive cyclist, yang saya lihat cuman 2:
    1. top tube length
    2. standover height

    top tube length itu yang paling penting tapi nggak ada artinya kalo biji kepentok top tube, makanya standover height juga dilihat.
    sisanya itu tinggal dilihat sesuai kebutuhan. Butuh buat endurance ? cari yang seat tube angle nya nggak tll steep, preferably 72-73. Concern dengan handling ? pastikan wheelbase pas 1 meter, boleh kurang dan lebih dikit, pastikan gak sampe 95 cm karena handling nya erratic. head tube lebih panjang lebih nyaman, head tube angle lebih tinggi lebih stabil terutama kalo pake sepeda yang ada rack depannya. bottom bracket height ada hubungan dengan standover height, lebih tinggi = kemungkinan kecentok pas nikung lebih rendah tapi biasa cuman cyclo cross yang pake tinggi tinggi.
     
    pumashoes likes this.
  12. ppephe

    ppephe Bali 2014 Organiser

    om mau nanya dong sedikit pertanyaan bodoh, tinggi saya 172 kira kira ukuran berapa ya yang pas thanks
     
  13. mt

    mt Pensiun Dulu

    Sekitar 52-54 ya.
     
  14. fikarr

    fikarr Contributing Member

    nambahin;

    [​IMG]

    *utk ukur dr tengah BB - sadle bagian atas
    *dpt di toko tmn
     
    kelvintan, darmamade and mt like this.
  15. mt

    mt Pensiun Dulu

    ^^ Keren. Tokonya Sugi ya.
     
  16. fikarr

    fikarr Contributing Member

    betuls.
     
  17. adam

    adam New Member

    mau nanya om, sy br berencana beli sepeda road. tinggi saya 180 cm, kira2 cocoknya frame ukuran brp ya om?
    trims ^_^
     
  18. mt

    mt Pensiun Dulu

    Uk56 lah kasarannya.. saya 183cm pake 56.
     
  19. diodio

    diodio Member

    toleransi roadbike, kira2 selisih berapa ukuran ya? 2-3 uk?
     
  20. mt

    mt Pensiun Dulu

    Susah ngomong, tergantung.. Kalo misalnya kaya saya pake Helios uk58 masih kekecilan, padahal pake Spez uk56 udah pas. Kalo uk58 Helios lalu saya bilang toleransi ukuran 2 size, jadi uk56 Helios bakalan jauh terlalu kecil.
     

Share This Page