1. Ayo yang guest Join Membership forum supaya bisa sharing pendapat kamu! Gratis alias tidak dipungut biaya!
  2. Buat yang bermasalah dengan proses registrasi bisa mengirim email ke mike@cycling-id.com.
  3. Dear Guest, Selamat datang ke forum Cycling-Id.com. Silahkan membaca artikel New Members Guide untuk kenyamanan bersama.
  4. Join Twitter Cycling Id @CyclingIdForums

Ban depan masuk jalur air

Discussion in 'Teknik Latihan Sepeda MTB' started by adhyanz, Jul 28, 2012.

  1. adhyanz

    adhyanz Member

    sesuatu yang paling mengesalkan bagi saya pada saat gowes apabila ban depan atau kedua ban masuk jalur air, keseimbangan terganggu dan tidak jarang menyebabkan kita jatuh.

    beberapa teknik seperti trackstand sudah dipelajari pada kontur track yang rata / jalan aspal, tetapi apabila sudah dipraktekan pada track yang sebenarnya....kok sepertinya tidak berguna (atau saya nya yg bodoh yaa?...hahahaha)

    kalau posisi track di tanjakan apabila terjadi kita masih sempat menurunkan kaki, tetapi apabila track menurun sangat sulit untuk mengendalikan sepeda dimana ban depan masuk ke jalur air....hasilnya yaa....gabrukkkk

    tips yang saya jalani saat ini yaitu pandangan selalu konsen ke track yang akan dilewati, namun menyebabkan kecepatan jadi terbatas (antara fokus dan takut), jadi gak bisa kayak di wishtler itu loohh...hihihi

    mungkin dari para senior memiliki tips yang lebih canggih untuk dapat saya pelajari, please share....

    trims :D
  2. Ammi HamzaH

    Ammi HamzaH New Member

    Wah jadi penasaran kek gimana rasanya masuk air, belum pernah soalnya.
    Kalo masuk lumpur sih sering. Mungkin sama kasusnya dgn masuk air. Yg jelas speed ga boleh rendah kalo masuk lumpur. Jangan rajin megang tuas rem. Biarin aja sepeda "nyelonong" kalo mau selamat di trek berlumpur.
    Bisa diterapkan ga ya di trek berair?

    Btw maksudnya jalur air itu masuk sungai atau gimana ya bang Adhyanz?
  3. adhyanz

    adhyanz Member

    bukan masuk sungai Om Ammi....jalur air pada kondisi track kering, kalau track tanah yang konturnya agak miring, kalau hujan pasti menjadi jalur lewat air, biasanya kedalamannya ada yang sampai 10 cm, pada saat kering otomatis menjadi sebuah jalur yang agak sulit dilintasi....

    oohh iya, di beberapa track yang bersamaan dilewati oleh motocross biasanya banyak jalur2 tersebut, hanya saja dibuat oleh ban2 motocross yang besar2....kalau kondisi kering, eks ban motocross tersebut menciptakan sebuah jalur yang agak sulit dilewati MTB apabila ban depan atau keseluruhan ban terperosok kedalamnya, keadaan badan menjadi tidak seimbang

    Di Sumatera Barat....jalur2 tersebut banyak tercipta dari aliran air yang deras pada saat hujan....saya rasa sama kondisinya ditempat2 lain juga
  4. galihleo

    galihleo Active Member

    sedikit diangkat handlebarnya supaya ban depan sedikit keangkat mungkin? berguna kalo pas turunan setidaknya?
  5. adhyanz

    adhyanz Member

    mantaabbb....dicoba setelah lebaran nanti Om Galih, trims
  6. cute_ipaq

    cute_ipaq Member

    Bener oom Galihleo, IMHO, tergantung treknya sih, kalau nggak terlalu panjang dan sudah sering kali lewat, biasanya lebih PD, tapi kalau panjang, sebaiknya hati hati, saya pernah hujan hujan lewat simatupang, banyak genangan air dan kedalamannya cukup tinggi, padahal di situ jalanannya semen cor, nah yang nggak keliatan adalah gutter atau groove di antara cor aspal yang ga keliatan, sekali ban masuk ke situ, dijamin selip. Lain cerita kalau di turunan arah pulang dari Curug Panjang, ada sungai kira kira sekitar 10 m, kalau hujan bisa cukup tinggi, kondisi turunan batu batuan dan suka lepas batunya, biasanya saya serba salah karena sesudahnya nanjak dengan kondisi jalanan semen, pasti ban belakang ga akan dapat traksi. Nggak ada solusi tepat buat saya, antara cari momentum untuk nanjak atau cari aman. Lewat situ pakai 2 ban berbeda (specialized fast trak dan scwalbe rocket ron) ternyata efeknya jauh, Grip lebih baik dengan fast trak, sedangkan dengan scwalbe malah melintir nggak karuan alias jalan di tempat. Alasan pakai 2 ban ini karena di sentul setelah naik dari km 0, treknya tanah, salahnya, trek tanahnya cuma sekitar 25% dari panjang trek ke Curug Panjang, sisanya aspal, semen, makadam dan di endingnya tanjakan batu yang disusun vertikal, licin sekali kalau hujan (udah pernah juga hahahaha) nah di sini scwalbe berjaya deh! Nanti saya cari dulu fotonya deh, lupa ada di mana. Be wise and ride safely.
  7. adhyanz

    adhyanz Member

    Om Prab, kalau kondisi track basah disarankan jangan pakai schwalbe deh.....saya pernah pakai nobby nic, kalau track kering memang mantab, tetapi jika track basah walaupun jalan semen pasti gak akan dapat traksinya
  8. cute_ipaq

    cute_ipaq Member

    bener oom adhy, makanya ini lagi cari cari lagi apa yaaa, cross mark pernah pake, lumayan lah, nevegal, berat euy, ranchero pernah juga, cukup lah, mau coba yang lain, ada rekomendasi?
  9. HPW

    HPW Blogger Cycling Indonesia

    @om cute: Jadi om cute nyari ban MTB yg memenuhi syarat:
    1. Ringan, dibawah 600 gram (katanya nevegal berat...)
    2. ga licin di tanah kering
    3. ga licin di tanah basah
    4. ga licin di tanjakan semen curpan
    5. ga licin di aspal
    6. ga licin di makadam RA...
    7. ga licin di lumpur JPG
    8. harganya murah... (nambah syarat sendiri..:p )







    kalo ada, saya nitip sepasang yah... xixixixi... :p
  10. cute_ipaq

    cute_ipaq Member

    udah ketemu! solusinya sederhana, bawa 2 wheel set, sewa ojek suruh bawain, mirip mirip TDF lah
  11. HPW

    HPW Blogger Cycling Indonesia

    wakakakakaka... :))
  12. adhyanz

    adhyanz Member

    saat ini saya pakai nevegal didepan dan racing ralph dibelakang...gak ada yang sempurna, makanya harus di mix
  13. galihleo

    galihleo Active Member

    ban mix walopun beda merk depan belakang emang pilihan bijak..
  14. cute_ipaq

    cute_ipaq Member

  15. adhyanz

    adhyanz Member

    usahakan depan lebih besar Om Prab, contoh 26x2.10 depan - 26x2.00 belakang, atau 26x2.00 depan - 26x1.90 belakang
    bleukatana2004 and cute_ipaq like this.
  16. galihleo

    galihleo Active Member

    Kombinasi ban yang saya pake dulu pas main DH


    A. Trek kering banget (tanah berdebu/tanah lepasan):
    Maxxis Bling-Bling 2.35 (ban ini udah ga ada lagi kayaknya) buat belakang, Maxxis Highroller 2.35 depan.

    B. Trek Kering agak basah (ada becek-beceknya): Highroller 2.35 Depan-Belakang.

    C. Trek Basah cenderung banyak beceknya:
    1. Maxxis Highroller 2.35 Belakang, Maxxis Swampthing Depan
    2. Maxxis Highroller 2.35 Belakang, Schwalbe Fat Albert 2.35 Depan.

    D. Trek Becek banget:
    1. Schwalbe Fat Albert 2.35 Belakang, Maxxis Swampthing 2.35 Depan.
    2. Ga usah maen, daripada banyak ga asiknya daripada asiknya (berat digowesnya, banyakan nuntun, lama nyucinya, resiko part rusak dsb)..

    Depan cari yang kontrolnya bagus, belakang yang rolling resistancenya rendah..
    bardi chan and dxtr like this.
  17. adhyanz

    adhyanz Member

    memang untuk disiplin DH, ban yang diperlukan yaitu ban dengan traksi bagus untuk setiap kondisi track, kalau lebarnya ban depan tidak terlalu berpengaruh, berbeda apabila kita bermain trail atau AM, pada kondisi track lumpur dan tanah merah yang basah, lebar ban depan dibandingkan ban belakang sangat berpengaruh untuk membuka jalan....paling tidak ban belakang yang lebih kecil tidak terlalu berat apabila harus masuk ke kubangan lumpur walaupun jalur bekas ban depan tidak selalu sama dengan jalur ban belakang...cmiiw
  18. adhyanz

    adhyanz Member

    :oops: dari pada pulang belepotan lalu dilempar piring sama istri yaa Om? hihihi
  19. cute_ipaq

    cute_ipaq Member

    @ all: sib! selama ini selalu pakai ukuran depan dan belakang sama, belum coba beda tipe nya, nice info! beli ah!
  20. adhyanz

    adhyanz Member

    yesss...racun berhasil ;)

Share This Page